Menurut sekurangnya empat surat kabar lokal, kekerasan telah
menewaskan lebih dari seratus orang. Demikian seperti dilansir VOA Indonesia,
Selasa (23/7).
Pihak berwenang sejauh ini belum memberikan angka resmi
mengenai jumlah korban tewas. Belum ada kekerasan yang dilaporkan pada Senin
pagi setelah Mahkamah Agung sehari sebelumnya memerintahkan agar memangkas
kuota veteran menjadi 5 persen.
Dengan demikian, 93 persen pekerjaan pegawai negeri akan
didasarkan pada prestasi, sementara 2 persen sisanya diperuntukkan bagi anggota
etnis minoritas serta transgender dan penyandang disabilitas.
Para pengunjuk rasa berpendapat bahwa sistem kuota tersebut
diskriminatif dan menguntungkan para pendukung Hasina, yang partainya, Liga
Awami, memimpin gerakan kemerdekaan. Pengunjuk rasa menginginkan sistem
tersebut digantikan oleh sistem berbasis prestasi.
Hasina sebelumnya membela sistem kuota tersebut. Dia
mengatakan bahwa para veteran berhak mendapatkan penghormatan tertinggi
terlepas dari afiliasi politiknya.
Oposisi utama Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) mendukung
aksi protes. Liga Awami dan BNP sering saling tuduh memicu kekacauan politik
dan kekerasan, yang terakhir menjelang pemilihan umum nasional, yang dicemari
oleh tindakan keras terhadap beberapa tokoh oposisi.
Komentar
Posting Komentar