WOW ? GAJI DI JEPANG CAPAI 50 JUTA/BULAN
Jepang selalu menjadi magnet bagi para pencari kerja dari
seluruh dunia, termasuk Indonesia. Karena memiliki reputasi sebagai salah satu
negara denga bayaran terbaik di dunia.
Menurut data dari Ministry of Health, Labour and Welfare
Jepang (2024), Jepang menghadapi tantangan serius terkait kekurangan tenaga
kerja. Proyeksi menunjukkan bahwa pada tahun 2040, Jepang akan membutuhkan
sekitar 11 juta tenaga kerja untuk mempertahankan pertumbuhan ekonominya.
Situasi ini membuka peluang besar bagi pekerja asing, terutama dari Indonesia.
Sistem pemberian gaji di Jepang juga terkenal adil, sesuai
dengan jumlah jam kerja, lembur, dan hari libur.
Bahkan, orang yang sedang menjalani magang di Jepang pun
mendapatkan penghasilan atau gaji pokok serta tunjangan yang cukup besar.
Dikutip dari berbagai sumber, Untuk gaji magang di Jepang
per 2023 ini sebesar 80.000-120.000 yen per bulan (Rp8,2 juta - Rp12 juta).
Para anak magang juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan tunjangan kehadiran
sebesar 3.000 yen apabila mereka hadir penuh selama 20 hari.
Angka ini masih bisa meningkat apabila perusahaan juga
memberlakukan sistem lembur bagi pemagang.
Standar Gaji Berbeda-beda di Setiap Prefektur
Sebelum memutuskan bekerja di Jepang, penting untuk
diketahui bahwa standar gaji di setiap prefektur di Jepang bisa berbeda-beda.
Sebagai contoh, UMR (Upah Minimum Regional) di kota Tokyo jauh lebih tinggi
dibandingkan dengan prefektur lainnya.
Kota Tokyo memiliki UMR sebesar 1.113 Yen per jam, sementara
Iwate, sebagai prefektur dengan upah terendah, hanya sebesar 893 Yen per jam.
Rata-rata gaji di Jepang pada tahun 2023 adalah 471.000 JPY
atau sekitar Rp50 juta per bulan.
Rata-rata gaji di beberapa wilayah Jepang
Tokyo: 574.000 JPY atau Rp61 juta per bulan
Yokohama: 564.000 JPY atau Rp60 juta per bulan
Osaka: 555.000 JPY atau Rp59 juta per bulan
Nagoya: 545.000 JPY atau Rp58 juta per bulan
Fukuoka: 526.000 JPY atau Rp56 juta per bulan
Faktor-faktor yang memengaruhi gaji Jumlah jam kerja,
Lembur, Hari libur, Profesi, Wilayah kerja.
Sistem gaji di Jepang
Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan bayaran
terbaik di dunia
Sistem pemberian gaji di Jepang juga terkenal adil
Orang yang sedang menjalani magang di Jepang pun mendapatkan
penghasilan atau gaji pokok serta tunjangan yang cukup besar
Sektor konstruksi di Jepang
Sektor konstruksi di Jepang memiliki potensi penghasilan
yang sangat tinggi, yakni lebih dari 35 juta yen per tahun
Sistem penghitungan upah di Jepang berbeda dengan di
Indonesia. Di Jepang, upah dihitung per jam, termasuk upah lembur yang dihitung
berdasarkan total jam lembur para pekerja.
Untuk menghitung upah lembur, kamu perlu mengetahui jumlah
jam kerja yang telah ditetapkan oleh undang-undang negara tersebut.
Jam kerja yang berlaku di Jepang adalah 8 jam per hari atau
40 jam per minggu. Jika total jam kerja kamu melebihi standar yang ditetapkan
perusahaan, maka akan dihitung sebagai lembur.
Berikut adalah cara menghitung upah lembur di Jepang:
Lembur Biasa: Upah lembur per jam naik 25% dari gaji dasar
per jam.
Lembur pada Hari Libur: Upah lembur per jam naik 35% dari
gaji dasar per jam.
Lembur Tengah Malam: Upah lembur per jam naik 50% dari gaji
dasar per jam. Lembur tengah malam ini terhitung mulai pukul 22.00 sampai 05.00
hari berikutnya.
Faktor Penentu Besar Kecilnya Gaji di Jepang
Beberapa faktor utama memengaruhi besar kecilnya gaji kerja
di Jepang, antara lain:
Wilayah: Kota-kota besar seperti Tokyo, Yokohama, dan Osaka
menawarkan gaji rata-rata tertinggi karena memiliki banyak perusahaan besar dan
pasar bisnis yang luas.
Tingkat Pendidikan: Kualifikasi pendidikan juga memengaruhi besar
kecilnya gaji. Semakin tinggi kualifikasi, semakin besar gaji yang diperoleh.
Tingkat Pengalaman: Pengalaman kerja yang dimiliki seseorang
juga berpengaruh. Karyawan dengan pengalaman lebih akan mendapatkan gaji lebih
tinggi.
Sektor pekerjaan juga mempengaruhi standar gaji. Beberapa
sektor mungkin menawarkan gaji yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain.
Komentar
Posting Komentar